Sempat timbul sebuah pertanyaan tentang keegoisanku, apakah saya sama seperti mereka yang egois?. ini berawal dari waktu-waktu saya berada di perantauan. Hampir semua orang yang saya temui punya sifat yang mereka sebut egois atau mementingkan diri sendiri. Mungkin saya salah satu dari mereka yang belum mengerti kapan orang lain disebut dengan egois. Bukannya setiap orang punya sifat yang mementingkan diri sendiri?. Setiap saya berada di dalam pesawat dalam perjalanan saya menuju ke Palu pasti sang pramugari dan pramugaranya memberikan intruksi bahwa ketika terjadi tekanan rendah di atas pesawat usahakan untuk menolong diri sendriri terlebih dahulu kemudian menolong orang lain, apakah itu egois juga?.
Dulu sewaktu saya masih SMA, semua yang saya lakukan sangat mudah. Apa yang saya inginkan selalu terpenuhi dimulai dari mendapatkan keluarga yang harmonis, sahabat yang baik, pacar yang tentu baik sampai semua targetkupun terlaksana dengan baik. Tapi setelah jauh saya sempat berfikir apakah ini perasaan bahagia saya sehingga saya tidak memperdulikan keluarga, sahabat bahkan pacar sendiri. mungkin saya sama egoisnya dengan mereka yang disebut orang-orang egois yaitu mementingkan diri sendiri demi kebahagian diri sendiri tanpa memperdulikan perasaan orang lain.
Selalu dan selalu mama dan papa mengikuti kemauan saya, apapun yang saya minta tanpa saya perdulikan kondisi mereka. Dan dengan mudahnya ketika saya mendapatkan semuanya saya membuangnya di depan mereka. Tanpa belas kasihan saya dan ketidakperdulian saya saya pergi dan melupakan segalanya. Sahabat sayapun selalu ada di samping saya, mendengarkan saya, mendampingi saya tanpa perdulikan apakah saya sama seperti mereka yang mendampingi mereka. Saya juga memperlakukan pacar sayapun seperti itu, mau atau tidak mau dia harus mengikuti saya. Sempat saya egois dengan perasaan orang-orang yang menyukai saya tanpa memperdulikan mereka saya acuh bahkan tidak menganggap mereka. Saya tau apa yang kalian pikirkan, saya adalah orang yang egois dan jahat.
Saya sekarang pergi meninggalkan mereka tapi mereka tetap berada di dekat saya walaupun jarak terpisahkan. Tetapi tidak hentinya saya menjadi orang yang jahat dan egois. Sampai suatu saat saya merasakan dampaknya. Saya merasakan bagaimana rasanya menjadi mama dan papa yang ketika mengusahakan sesuatu dengan susah payah untuk memberi tetapi tidak pernah dihargai dan rasanya SAKIT. Saya merasakan menjadi pendengar yang baik untuk seorang teman tetapi tidak pernah di dengarkan dan rasanya SAKIT. Saya merasakan yang namanya di khianati oleh seseorang yang disayangi yang tidak pernah di beri kesempatan dan rasanya SAKIT. Saya merasakan apa yang saya inginkan dan berusaha untuk mendapatkannya tetapi kemudian dengan mudah saya terjatuh karena sebuah kesalahan orang lain dan rasanya SAKIT. Saya sudah pernah merasakan kesakitan yang selalu di ceritakan oleh Arie tetapi saya tidak pernah bisa merasakan kembali bagaimana dia menenangkanku lagi. Semuanya dan semuanya saya sudah pernah rasakan selama ada di perantauan.
Seperti keluar kealam bebas, saya sempat tersesat dan hampir mati karena kesalahan. Saya sempat terjebak dalam perkelahian besar yang dibuat oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Saya sempat terjebak di antara orang-orang yang bersuara membentak dan saya takut. hmmm.. semuanya berjalan selama saya berada di sini tanpa mama,papa, sahabatku dan arie.
Tetapi saya merasa lebih baik lagi sekarang, setelah saya terbiasa dengan semuanya. saya mengerti tidak ada yang sempurna dan tidak ada yang sesuai dengan apa yang kita inginkan. Saya belajar hidup di dunia bebas dan belajar untuk mandiri. Saya belajar untuk selalu menerima kekurangan orang lain dan menyayangi mereka seperti apa yang diajarkan oleh mama dan papa. saya berlajar untuk selalu menerima dan mendengarkan orang lain tanpa pamri, saya belajar untuk mengahadapi dunia seperti kata Arie. Karena ini adalah sebuah pilihan yang saya buat sendiri. Menyayangi orang yang baru. Bersyukur selama ini saya mendapatkan sahabat yang baik seperti exactoz dan teman-teman ongeps. Bersyukur saya banyak belajar dari mereka. Saya mulai belajar untuk mengerti tentang keegoisan masing-masing manusia. Saya belajar untuk mencintai mereka. mereka yang telah memberikanku banyak hal, papa, mama, sahabatku, arie, exactoz, ongeps, warga Palu, dan warga Makassar. hehehehe.. dan sekarang saya mulai merasakan arti kebahagiaan lewat kata TERIMA KASIH. ^_^
Tidak ada komentar:
Posting Komentar